Skip to main content

BAB 1 JARINGAN BERBASIS LUAS

 A. Pengertian Wide Area Network (WAN)

    Jaringan WAN adalah jaringan komunikasi data yang menghubungkan user-user yang ada di jaringan ynag berada di suatu area geografik yang besar. Layanan WAN terfokus beroperasi pada layer Phsycal dan Data link pada model OSI layer.

Lembaga-lembaga yang menangani standarisasi jaringan WAN diantaranya :

  1. International Telecomunication Union-Telecomunication Standardization Sector (ITU-T)
  1. Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
  1. International Organization for Standardization (ISO)
  1. International Engineering Task Force (IETF)
  1. Electronics Industries Association (EIA)

 

1. Sejarah Jaringan Wide Area Network (WAN)

    Pada tahun 1940an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin memanfaatkan sebuah peraangkat komputer secara bersamaan. Ditahun 1950an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Total Suspended System).

    Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri di setiap host komputer. Ketika harga kompurt kecil sudah sudah mulai menurun dan  konsep proses distribusi sudah matang, maka pengguna komputerdan jaringannya sudah mulai beragam seperti Peer to Peer system. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network). Demikian pula ketika internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungna dan tebentukalh jaringan raksasa di tingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area Network).

2. Jaringan Berbasis Luas (WAN)

    Jaringan berbasis luas adalah jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, dan bisa saling terhubung antar jaringan dari jarak jauh dan jaringan berbasis luas ini merupakan jaringan WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yanitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi lain.

3. Hirearki Jaringan Berbasis Luas

    Hirarkis berguna sebagai suatu cara untuk mendesain infrastruktur jaringan yang dapat diandalkan. Model ini menyediakan cara pandang yang bervariasi mengenai sebuah network, sehingga mempermudah dalam mendesain dan membangun jaringan yang terskala. Model jaringan hirarkis terbagi menjadi tiga layer, yaitu 

 a. Core Layer

    Core layer memberikan struktur transportasi yang optimal dan dapat diandalkan dalam meneruskan traffic pada kecepatan yang sangat tinggi. Peralatan pada core layer jangan diberi beban dalam bentuk proses apapun yang dapat mengganggu kecepatan switch paket data dalam kecepatan tinggi, seperti access-list checking, data encryption, address transation. Core layer dikenal sebagai backbone antarjaringan yang saling terkoneksi.

1) Tugas core layer

Tugas core antara lain adalah sebagai berikut. 

a) Melakukan design jaringan dengan keandalan yang tinggi

b) Melakukan desain untuk kecepatan dan latency yang rendah


2) Fungsi dari core layer

Fungsi dari core layer adalah sebagi berikut.

a) Mengatur traffic (traffic switching)

b) Mengatur kapasitas traffic dan mengirim traffic dengan cepat dan handal


a. Distribution layer

    Distribution layer terletak di antara accces layer dam core layer dan membantu membedakan core jaringan inti dengan jaringan-jaringan yang lain.


1) Tujuan distribution layer

Tujuan distribution layer untuk memberikan batasan definisi dalam daftar akses dan filter lainnya untuk menuju kejaringan inti. Maka dari itu, layer ini mendefinisikan aturan-aturan untuk jaringan, seperti routing updates, route summaries, VLAN traffic, dan address aggregation.

2) Fungsi dari distribution layer yaitu sebagai berikut.

a) Routing (dalam satu autonomous system) b) Filtering (dalam satu autonomous system).

c) Service handling

e) Mengendalikan konektivitas /policye.

f) QOS

3) Tugas dari distribution

Tugas dan distribution layer yaitu routing antarlayer atau antarsubnet VLAN di Access Layer.


b. Acces layer

Acces layer berfungsi adalah sebagai berikut.

1) Access Layer Access layer mensuplai trafik ke jaringan dan melakukan network entry control.
2) Access layer juga dapat melakukan daftar akses yang didesain untuk mencegah pengguna tak sah untuk dapat masuk.
3) Access layer juga dapat memberi akses situs jarak jauh kepada jaringan melalui teknologi wide-area, seperti framerelay, ISDN, atau leased lines.
4) Layer ini juga mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya Internetwork.
5) Fungsi layer ini melakukan share bandwith, switched bandwith, MAC Layer Filtering, dan Micro segmentation (NAT/subneting).

Jenis-jenis koneksi dalam WAN berbeda dengan jenis koneksi dalam LAN, jika dalam LAN kita mengenal 2 jenis koneksi jaringan yaitu client-server dan peer to peer, maka jenis-jenis koneksi dalam WAN adalah sebagai berikut.

a. Leased Line disebut juga point-to-point atau dedicated connections (koneksi yang disediakan khusus untuk pelanggan di mana bandwith- nya khusus untuk pelanggan itu saja). Sebuah Leassed Line adalah sebuah jalur komunikasi WAN dari CPE yang telah ditetapkan sebelumnya oleh service provider melalui switch DCE menuju CPE di lokasi remote yang memungkinkan jaringan-jaringan DTE berkomunikasi setiap saat dengan tanpa melalui prosedur setup terlebih dahulu sebelum melakukan transmisi data.

Jenis koneksi ini memberikan koneksi secara terus menerus setiap saat dan dapat digunakan kapanpun, tentunya dengan biaya yang lebih mahal.

b. Circuit Switching adalah sebuah jalur komunikasi yang digunakan dengan network dial up seperti PPP dan ISDN yang harus melakukan set up pada koneksi terlebih dahulu sebelum melewatkan data, sama seperti melakukan panggilan telepon.

Jenis koneksi ini memiliki kemampuan untuk memberikan koneksi secara terus menerus, namun hanya untuk sementara waktu saja atau selama Anda ingin melakukan komunikasi saja. Tentunya hal ini akan menghemat biaya.

c. Packet Swicthing adalah sebuah jalur komunikasi yang berdasarkan pada transmisi data dalam paket-paket yang memungkinkan data dari berbagai alat pada network untuk berbagi kanal komunikasi yang sama secara serentak. Keuntungannya kita dapat berbagi bandwith dengan sesama pengguna untuk menghemat biaya. Packet Switching dapat dianggap sebagai sebuah leased line tetapi dengan harga circuit switching. Kekurangannya adalah Packet Swicthing hanya berjalan dengan baik jika transfer data tidak bersifat kontinu atau hanya diperlukan sewaktu-waktu.


5. Kelebihan dan Kelemahan Jaringan Berbasis Laas (WAN)

Dalam jaringan berbasis huas terdapat kelebihan dan kelemahan antara lain sebagai berikut.

a. Kelebihan dari jaringan berbasis Luas

Kelebihan dari jaringan berbasis luas antara lain: 

1) Bisa diakses dengan jangkauan area grografis yang luas sehingga berbisnis dengan jarak jauh dapat terhubung dengan jaringan ini.

2) Dapat berbagi (share) software dan resources dengan koneksi workstations.

3) Pesan dapat dikirim dengan sangat cepat kepada orang lain pada jaringan ini (bisa berupa gambar, suara, atau data yang disertakan dengan suatu lampiran).

4) Hal-hal yang mahal (seperti printer atau saluran telepon ke internet) dapat dibagi oleh semua komputer pada jaringan ini tanpa harus membeli perangkat yang berbeda untuk setiap komputernya.

5) Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama. Hal ini untuk menghindari masalah di mana beberapa pengguna mungkin memiliki informasi lebih tua daripada yang lain

6) Berbagi informast/file (share) melalui area yang lebih besar

7) Besar jaringan penutup.


b. Kelemahan dari jaringan berbasis luas

Kelemahan dari jaringan berbasis luas adalah sebagai berikut: 

1) Biaya operasional mabal dan umumnya lambat.

2) Memerlukan firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.

3) Menyiapkan jaringan bisa menjadi pengalaman yang sangat mahal dan nant

4) Keamanan merupakan masalah yang paling nyata ketika orang yang berbeda memiliki kenatapan untuk menggunakan informasi dari komputer lain. Perlindungan terhadap hacker dan virus mambah kompleksitas lebih dan membutuhkan biaya.

5) Setelah diatur, memelihara jaringan adalah pekerjaan penuh waktu (full time) yang membutuhkan jaringan pengawas dan teknisi untuk dipekerjakan.

6) Informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan lokal atau kepentingan. 

7) Aman terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.


B. Teknologi Wide Area Network (WAN)


Wide area network (WAN) digunakan untuk saling menghubungkan jaringan-jaringan yang secara fisik tidak saling berdekatan terpisah antarkota, propinsi, atau bahkan terpisahkan benoa melewati batas wilayah negara satu sama lain. Koneksi antarremote jaringan ini umumnya dengari kecepatan yang sangat jauh lebih lambat dari koneksi jaringan lokal lewat kabel jaringan. Saat ini banyak tersedia Teknologi WAN yang disediakan oleh banyak operator penyedia layanan (ISP).

1. Fungi Teknologi Wide Area Network (WAN)

Fungsi Teknologi Wide Area Network (WAN) menurut definisinya digunakan sebagai berikut:

a Mengoperasikan jaringan area dengan batas geografi yang sangat luas 

b Memungkinkan akses melalui interfance serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah

c Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on- demand)

d Menghubungkan perangkat-perangkat yang terpisah melewati area global yang hias

2. Ickelord WAN Menghubungkan Perangkat WAN

Teknologi WAN menghubungkan perangkat-perangkat WAN yang termasuk di dalamnya adalah sebagai berikut: 

a. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan

dan port-port interfance WAN.

b. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video,

c. Modem, yang memberikan layanan interfance voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interfance layanan TI/E! adalah Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NTI) yang menginterfance layanan Intergrated Services Digital Network (ISDN).

d. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difokuskan pada layer Physical dan Data link.


1) Data Link Layer WAN

Protocol WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame di bawah antarsistem melalui jalur tunggal. Protocol-protocol ini didesain untuk beroperasi melalui koneksi dedicated Point-to- Point, multi-point, dan juga layanan akses multi-Switched seperti Frame relay WAN juga mendefinisikan standard WAN yang umumnya menjelaskan metode-metode pengiriman layer physical dan juga kebutuhan-kebutuhan layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation flow control.

2) Layer Physical WAN

Layer Physical WAN menjelaskan interfance antardata terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan (ISP) dan DTE adalah perangkat terbang. Dalam model ini, layanan-layanan yang Anawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel service unit data service unit (CSU/DSU)

Beberapa standard layer Physical menspesifikasi interfance berikut ini EIA/TIA-232, EIATIA-449, V.24. V.35, X.21, G.703, ELA-530 Protocol WAN layer Data Link

WAN mendefinisikan umumnya encapsulation data link layer yang dihubungkan dengan line serial synchronous seperti dijabarkan berikut ini.

3. Protocol Wide Area Network (WAN)

Protokol-protokol dalam WAN merupakan protokol dalam teknologi WAN yang bekerja pada layer physical dan data link pada model OSI 7 layer, di antaranya: 

a. HDLC (High Level Data Link Control) dikembangkan oleh Synchronous data link control (SDLC) yang diciptakan oleh IBM sebagai sebuah protokol koneksi di layer data link (dalam OSI 7 layer). Header HDLC tidak membawa identifikasi jenis protokol yang dibawa dalam enkapsulasi HDLC. Karena itu setiap vendor yang menggunakan HDLC memiliki cara mereka sendiri dalam melakukan identifikasi protokol layer network yang berarti setiap HDLC yang dimiliki sebuah vendor bersifat proprietary (artinya hanya dapat dipakai untuk perlengkapan buatan mereka sendiri).

b. PPP (Point-To-Point) adalah protokol standar industri, karena semua versi multiprotocol HDLC bersifat proprietary, maka PPP dapat digunakan untuk menciptakan koneksi point-to-point antara perlengkapan dari vendor-vendor yang berbeda. PPP mengizinkan autentikasi dan koneksi multilink dan dapat berjalan melalui link yang asynchronous dan synchrounous. PPP merupakan protokol paling umum digunakan untuk akses internet dial up.

c. Frame Relay adalah sebuah protokol enkapsulasi layer data link dengan usaha terbaik dan akses yang dibagi (shared access) dan merupakan sebuah standar industri yang melayani beberapa rangkaian virtual dan protokol di antara mekanisme yang berhubungan. Diciptakan sebagai pengganti dari protocol X 25

d. ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah sekumpulan layanan digital yang memindahkan suara dan data melalui sambungan telepon yang ada. ISDN lebih cepat daripada sambungan dial up.

e. LAPB (Link Access Procedure Balanced) adalah sebuah protocol connection oriented pada layer data link untuk digunakan pada protocol X.25

f. ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah protokol yang diciptakan untuk lalu lintas data yang sensitive terhadap waktu, menyediakan transmisi suara, video dan data secara serentak. ATM menggunakan cell yang panjangnya 53 byte.


4. Komunikasi Wide Area Network (WAN)

Teknologi WAN tergantung pada pihak penyelenggara layanan seperti

Telkom, Indosat untuk koneksi jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan lokal LAN yang mentransmisikan data melalui koneksi fisik digital antarkomputer, teknologi WAN menggunakan kombinasi signal analog dan digital dalam mentransmisikan data.

Berikut ini adalah diagram yang menjelaskan elemen-elemen dan fungsi-fungsi konsep teknologi WAN.

Pesan berjalan dari point ke point secara berbeds tergantung pada koneksi fisik dan protokol yang digunales yang meliputi:

a. Dedicated connections

b. Circuit-twitched networks

c.  Packet-twitched networks

Jaringan-jaringan Dedicated dan Swisched mempunyai sifat komeksi yang selalu tersedia pada jaringan sementara Circuit Switched perlu membangun koneksi terlebih dahula melalui mekanisme dial-up antarperangkat yang berkomunikasi. Pada routing Dial-on-Demand router membuka koneksi secare matomatis jika ada data yang perlu dikirim, dan akan menutup secara automatis jika line idle alias tidak ada lagi data yang dikirim.


5. Layanan-Layanan WAN

Ada beberapa teknologi WAN yang diberikan oleh penyedia layanan WAN seperti berikut.

a. PSTN

Adalah jaringan telpon Switched public yang merupakan komunikasi WAN yang kuno dan banyak dipakai di seharuh dunia. PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan jaringan Circuit Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON) menggunakan line telpon di mana data dari digital pada sisi komputer dikonversikan ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai 56 kbps saja.

b. Leased lines

Leased lines atau bisa disebut Dedicated line adalah teknologi WAN menggunakan koneksi langsung permanen antarperangkat dan memberikan koneksi kualitas line konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.

c. X.25

X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T suatu teknologi paket Switching melalui PSTN X dibangan berdasarkan pads layer Physical dan Data Link pada model OS1. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switching, walaupun X.25 bisa saja dibangun melalui jaringan digital. Protokol-protokol X25 mendefinisikan bagaimana koneksi antar-DTE dan DCE di setup dan di maintain dalam PDN public data network.

1) Kecepatan transfer bisa setinggi sampai 1.2 Gigabit.

2) Merupakan line digital berkualitas tinggi dan low noise dan tidak memerlukan error checking.

3) Bisa menggunakan media transmisi dari coaxial, twisted pair, atau fiber optic.

4) Bisa transmit data secara simultan.

C. Kompenen dan Peralatan Wide Area Network (WAN) Komponen dan peralatan Wide Area Network yaitu sebagai berikut.


1. Komponen Wide Area Network (WAN)

a. Repeater

Suatu sinyal listrik yang dikirim lewat suatu media perantara, semakin jauh dari pemancar akan makin melemah sehingga suatu saat tempat tertentu sinyal tersebut tidak dapat diterima dengan baik. Repeater adalah suatu peralatan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang akan dikirim agar dapat diteruskan ke komputer lain pada jarak yang jauh. Repeater bekerja pada lapisan physical dan tidak memiliki suatu tingkat kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir sinyal (informasi yang dikirim). Repeater umumnya digunakan pada topologi bus, di mana sinyal hanya

diperkuat dari satu segmen kabel ke segmen kabel lainnya.

b. Hub

Hub hanya berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir informasi yang dikirim. Perbedaannya dengan repeater, hub memiliki sejumlah port sehingga sering disebut juga multi-port repeater.Pada hub, sinyal yang diterima pada suatu port akan diteruskan ke semua port yangdimilikinya. Hub umumnya digunakan pada jaringan dengan topologi star.Jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalan untuk kendaraan umum. Pada suatuhub, hanya terdapat satu jalur untuk semua kendaraan yang masuk dan keluar. Oleh sebabitu setiap kendaraan harus bergantian menggunakan jalur tol (hub) tersebut, jika tidak ingin terjadi tabrakan. Oleh sebab itu dikatakan bahwa hub hanya mempunyai satu collision domain (wadah tabrakan) untuk semua port, Hub hanya mendukung mode half-duplek, karena hanya memiliki satu domain collisioruntuk semua port. Pada status half-duplex, data hanya dikirim atau diterima secara bergantian.

c. Bridge

Jika jumlah komputer bertambah banyak, lalul intas data pada jaringa bertambah padat sehingga dapat menimbulkan masalah kemacetan jaringan. Seperti juga jalanan untuk kendaraan umum, jika jumlah kendaraan di jalanan semakin banyak, lalu lintas menjadi semakin macet. Untuk mengatasi masalah ini dibuat jalan-jalan baru tau jalan tol. Demikian pula untuk mengurangi kemacetan pada jaringan komputer maka jaringan-jaringan tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa segmen jaringa yang lebih kecil. Peralatan jaringan yang dapat membagi suatu jaringan menjadi dua segmen adalah bridge. Bridge bekerja pada lapisan data-link sehingga mampu untuk mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komptuer yang berada pada jaringan. Dengan menggunakan tabel penerjemah ini. bridge meneruskan data yang diterima ke alamat MAC komputer yang dituju. Pemakaian bridge sudah sangat berkurang saat ini.

 d. Switch

Switch juga bekerja pada lapisan data-link, oleh sebab itu sering disebut switch lapisan kedua (Layer-2 switch). Cara kerja switch sebetulnya mirip dengan bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port. sehingga sering disebut multiport bridge. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer ke hub. Oleh sebab itu switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub Seperti telah dijelaskan sebelumnya, jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalan untuk kendaraan mum Pada switch, disediakan satu jalur tersendiri untuk setiap port. Pada switch analoginya setiap kendaraan yang masuk dan keluar dari satu jalan cabang (port) dapat langsung masuk ke jalan tol (switch) tanpa harus menunggu kendaraan lain yang masuk melalui jalan cabang (port) lain. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch. mempunyai collision domain sendiri yang sangat mempercepat pengiriman data pade jaringan. Inilah keunggulan switch dibandingkan hub.

e. Rouder

Router memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu meneruskan data ke alamat-alamat tujuan yang berada pada jaringan yang berbeda. Router bekerja pada lapisan network atau lapisan ketiga model OSI dan meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address. Router biasanya lebih banyak digunakan untuk hubungan jaringan WAN. Untuk mempelajari router, Anda memerlukan pengertian yang mendalam mengenai konsep jaringan TCP/IP.

f. Routing switch

Routing Switch atau sering disebut switch lapisan ketiga (layer-3 switch) adalah gabungan antara switch dan router. Sehingga routing switch memiliki semua kemampuan switch ditambah dengan kemampuan untuk meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address melalui lapisan ketiga OSI. Routing switch merupakan peralatan jaringan yang paling canggih saat ini tetapi juga merupakan yang paling mahal. Seperti halnya router, untuk mempelajari routing switch ini Anda memerlukan pengertian yang mendalam mengenai jaringan.

g. Switch ATM

Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN antara lain.

1) Modem (modulator/demodulator)

Modem mengkonversi sinyal digital dan analog. Pada pengirim,

modem mengkonversi sinyal digital ke dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk dilewatkan melalui fasilitas komunikas analog atau jaringan telepon (public telephone line). Di sisi penerima, modein mengkonversi sinyal ke format digital kembali. 2) CSU/DSU (Channel Service Unit/Data Service Unit).

CSU/DSU sama seperti modem, hanya saja CSU/DSU mengirim data dalam format digital melalui jaringan telephone digital. CSU/DSU biasanya berupa kotak fisik yang merupakan dua unit yang terpisah: CSU atau DSU.

A. Multiplexer

Sebuah Multiplexer mestransmisikan gabungan beberapa melabai sebuah sirkit (circuit). Makiplexer dapat mentesfer be dets secars simultan (terus-menerus), seperti video, sound, t lain-lain.

B. Communication server

Communication server adalah server khumus "dial in/o pengguna untuk dapat melakukan dial dari lokasi remote sel depet terhubung ke LAN.

C. Switch X25/frame relay

Switch X.25 dan frame relay menghubungkan data lokal melalui jaringan data, mengunakan sinyal digital. Unit ini dengan switch ATM, tetapi kecepatan transfer datanya lebih dibanding dengan ATM.

D. Media transmisi

Kabel yang digunakan pada jaringan komputer ada be macam jenis mulai dari yang penghantarnya pendek hingga ja yang penghantarnya lambat hingga cepat. Berikut ini berbagai j kabel yang umum dipakai adalah. 1) Thin Ethernet (Thinnet)

Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengka lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang thin coaxial/RG-58 antara 05 185 m dan maksim komputer terhubung

2) Thick Ethernet (Thicknet)

Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabel lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit diband dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. P kabel transceiver maksimum 50 m. panjang kabel Thick Etho maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung

2. Peralatan untuk Megabangan Jaringan WAN

Peralatan yang digunakan untuk membangun jaringan WAN dan fungsinya.

a. Antena grid

Fungsi dari Antena Grid sendiri adalah untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point atau point to multipoint. Di mana antena ini berfungsi menerima dan mengirim signal data dengan sistem gelombang radio 2,4 Mhz.

b. Access point radio senso

atau Fungsi sebagai Hub Switch yang berguna untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan Wireless atau Nirkabel, di access point inilah koneksi data dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga memengaruhi, semakin besar kekuatan signal semakin luas jangkauannya.

c. Kabel pigtail Fungsi kabel pigtail yaitu untuk menghubungkan Antena Grid dengan Access Point Radio Senao.

d. Kabel UTP

Fungsi dari kabel UTP sendiri yaitu untuk menghubungkan radio senao dengan komputer.

e. Fungsi dari PC yaitu sebagai server dan client dalam jaringan tersebut.

D. Jenis Eakapanlast Wide Area Network (WAN)


Enkapsulasi merupakan suatu proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi enis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protocol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data yang dipahami oleh protocol tersebut.

Enkapsulasi pada Wide Area Network (WAN) ada 2 yaitu sebagai berikut,

1. The High Level Data Link Control Protocol (HDLC)

Adalah enkapsulasi default yang digunakan pada antarmuka serial sinkron dari router Cisco. Anda akan ingat bahwa antarmuka serial sinkron memerlukan perangkat clocking eksternal (seperti CSU / DSU) dalam rangka sinkronisasi pengiriman dan penerimaan data. HDLC merupakan superset dari Synchronous Data Link Control (SDLC) protokol yang awalnya dikembangkan oleh IBM untuk digunakan dalam SNA. SNA SDLC dan akan melihat lebih rinci nan bab ini.

HDLC adalah protokol lapisan Data Link digunakan membungkus dan mengirimkan paket-paket di atas link point-to-poi menangani transfer data di full duplex, serta fungsi-fungsi manj link. Sebagai standar OSI, banyak vendor mengimplementasikan pem HDLC dalam peralatan mereka. Implementasi ini biasanya interoperable. Alasannya adalah bahwa ketika format frame a didefinisikan, tidak termasuk lapangan untuk mengidentifikasi pe lapisan jaringan itu framing. Dengan demikian, versi OSI dari H mengasumsikan bahwa link menggunakan HDLC hanya menjal protokol jaringan single layer seperti IP. Tentu saja, banyak ja menjalankan IP, IPX, dan lainnya Layer 3 protokol secara simultan ini telah membuat vendor (termasuk Cisco) untuk mengimplementa HDLC menggunakan frame format proprietsry yang meliputi bide kode jenis, sehingga memungkinkan jaringan lapisan protokol del bingkai untuk diidentifikasi.

Karena sifat milik vendor HDLC implementasi, Anda hanya h menggunakan framing HDLC pada link point-to-point ketika router. setiap akhir link dari vendor yang sama. Dalam kasus di mana Anda ing menghubungkan peralatan dari vendor yang berbeda melalui leased Point-to-Point Protocol (PPP) harus digunakan. Selalu ingat bahwa rom di kedua sisi link point-to-point harus menggunakan data yang pembingkaian metode untuk berkomunikasi,

Karena enkapsulasi HDLC adalah metode standar untuk antarmes serial sinkron pada router Cisco, tidak memerlukan konfigurasi eksple Untuk melihat jenis penampungan saat digunakan pada interface ro serial, gunakan perintah show interface. Contoh di bawah menunjukk router menggunakan enkapsulasi HDLC pada interface SO

2. Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP)

Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banya digunakan pada Wide Area Network (WAN). Protokol ini merupake standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagal respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang harus mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pedalatya (SLIP), PPP je lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, inenawarkan Iraksi kanlah, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol protokol jaringan secara

Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk mengangkut lalu lintas IP over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk tugas dan pengelolaan alamat IP, asinkron (start/stop) dan enkapsulasi sinkron bit-oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian kualitas, deteksi kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer jaringan alamat negosiasi dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi tersebut dengan menyediakan extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga Jaringan Control Protokol (NCPs) untuk menegosiasikan parameter konfigurasi opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP mendukung protokol lainnya, termasuk Novell's IPX (IPX) dan DECnet.

Komponen PPP menyediakan metode untuk transmisi datagram lebih link point-to-point serial. PPP terdiri dari tiga komponen utama: Sebuah metode untuk encapsulating datagrams atas link serial. PPP menggunakan Tingkat Tinggi Data Link Control (HDLC) protokol sebagai dasar untuk encapsulating datagrams lebih link point-to-point.

Sebuah LCP extensible untuk membangun, mengkonfigurasi, dan menguji koneksi data link. Sebuah keluarga NCPs untuk menetapkan dan mengkonfigurasi protokol jaringan lapisan yang berbeda. PPP ini dirancang untuk memungkinkan penggunaan secara simultan beberapa protokol lapisan jaringan.

E. Merancang Wide Area Network (WAN) Dalam jaringan berbasis has sebelum digunakan harus dilakukan perancangan. Langkah-langkah membuat jaringan WAN adalah sebagai berikut.


1. Pasang aniona grid beserta komponen komponennya, 

2. Pasang access point radio senao, kemudian hubungkan dengan antena grid menggunakan kabel pigtail lalu pasangkan kabel UTP sebagai penghubung radio dengan komputer.

3. Berikan IP pada komputer yang akan dikonfigurasi dengan cara klik Start, klik Control Panel, pilih My Network Places, pada icon komputer pilih Properties lalu pilih Internet Protocol (TCP/IP). IP yang diberikan harus satu segmen dengan IP yang ada pada radio.

4. Klik Internet Explorer atau pada browser ketik IP Radio http://192.168.1.1

5. Setelah tampilan setting radio terbuka, pilih Management klik Operation Mode kemudian aktifkan Bridge setelah itu pilih Apply Change lalu klik OK.

6. Pada Wireless pilih Site Servey kemudian Refresh lalu pilih Hospot-Noe setelah itu klik Connect lalu OK.

7. Untuk mengecek apakah komputer kita sudah terkoneksi dengan komputer di jaringan lain atau tidak maka kita melakukan tes koneksi IP dengan cara klik Start lalu pilih run. Kemudian ketik ping IP komputer di jaringan lain tersebut jika reply maka akses telah berhasil.

Comments

Popular posts from this blog

CLASS B

 

Subnetting class c

 

Konfigurasi VLAN Cisco Packet Tracer

 1. Topologi Vlan 2. Konfigurasi VLAN id dan Name 3. Tampilkan VLAN  4. Konfigurasi Interface VLAN 5. Tampilkan VLAN 6. Test Ping